find me:D

Minggu, 25 Maret 2012

Makalah Antropologi

MENGENAL NUSA TENGGARA BARAT










Oleh:
Dinda Dewi Lestari                (12511150)
Innaya Bunga Prisintya           (13511634)
Lulu Miradiani                        (14511152)
Ravika Gabriella                     (15511915)
Revi Ariesti                             (16511016)
Rosita Seftiyana                      (16511468)



Tugas Semester I
untuk Mata Kuliah
Antropologi



FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2011
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepda Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah yang sulit ini dengan tepat waktu. Dikatan sulit karena kami sebagai penulis memiliki keterbatasan ruang gerak dan waktu. Tetapi, dengan segala keterbatasan kami, penulisan makalah inipun dapat terselesaikan.

Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada narsumber yang telah memberikan banyak informasi, dosen mata kuliah antropogi Ibu Weni, dan berbagai pihak yang telah membantu penyelesaian makalah ini.

Penulis menyadari penulisan makalh ini masih dirasakan kurang sempurna, penulis dengan terbuka menerima kritik dan saran dari manapun datangnya guna penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah yang sederhana ini memberikan manfaat bagi kita semua.








                                                                                                   Depok, November 2011

                                                                                                             Penulis





                                                                        
i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………….. i
DAFTAR ISI………………………………………………............ ii

BAB 1……………………………………………………………... 1
Gambaran Profil Nusa Tenggara Barat……………….…………….. 1

BAB II…………………………………………………………... 2
2.1   Bahasa dan Komunikasi………………………….…………. 2
2.2   Adat Istiadat………………………………………………... 2
2.3   Rumah Adat………………………………………………... 4
2.4   Pakaian Adat…...........…………………………………….. 5
2.5   Sistem Religi……………………………………………….. 5
2.6   Upacara Keagamaan……………………………………….. 5
2.7   Sistem Kekerabatan………………………………………... 7

BAB III………………………………………………………… 8
3.1   Kaitan dengan Antropologi……………………………….... 8
3.2   Kaitan dengan Psikologi………………………………….... 8
3.3   Contoh Kasus……………………………………………... 8

PENUTUPAN…………………………………………………. 9
Kesimpulan…………………………………………………….. 9
Saran……………………………………………………….…. 9



ii
BAB I

Gambaran Profil NTB

Nusa Tenggara Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Sesuai dengan namanya, provinsi ini meliputi bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara. Dua pulau terbesar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak di barat dan Sumbawa yang terletak di timur. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Mataram yang berada di Pulau Lombok.
Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang cukup lama di Indonesia usianya sudah 52 tahun, NTB atau yang kita kenal dengan Lombok berdiri sejak tahun 1958, berawal dari ditetapkannya undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 Tanggal 14 Agustus 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Swatantra Tingkat I Bali, NTB dan NTT, dan yang dipercayakan menjadi Gubernur pertamanya adalah AR. Moh. Ruslan Djakraningrat. 
Berlatar belakang perisai sebagai gambaran jiwa pahlawan, lambang Nusa Tenggara Barat terdiri dari enam unsur, yakni: bintang, kapas dan padi, manjangan gunung dan kubah. Bintang melambangkan lima sila dari Pancasila, kapas dan padi selain melambangkan kemakmuran juga melambangkan tanggal terbentuknya provinsi, yaitu 14 Agustus 1958. Hari tersebut dengan diungkapkan secara simbolik dengan jumlah kuntum dan untaian padi 58. Rantai terdiri dari empat berbentuk segi empat, melambangkan tahun 45 (1945) sebagai tahun kemerdekaan RI. Menjangan merupakan salah satu satwa yang banyak berada di Pulau Sumbawa. Gunung yang berasap melukiskan kemegahan gunung Rinjani sebagai gunung tertinggi di Lombok. Yang terakhir adalah kubah, melambangkan ketaatan beragama masyarakat Nusa Tenggara Barat.






1
BAB II


2.1       Bahasa dan Komunikasi
Nusa Tenggara Barat memiliki tiga macam bahasa sesuai suku-suku yang dimilikinya, yaitu :
1. Suku Sasak : Bahasa Sasak
2. Suku Samawa : Bahasa Samawa
3. Suku Mbuju : Bahasa Mbuju
Walaupun memiliki tiga macam bahasa, tetapi masyarakat di Nusa Tenggara Barat tetap bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia jika berbicara dengan masyarakat selain sukunya.

2.2       Adat Istiadat

1. Merari = kawin curi
Kawin Lari merupakan tradisi masyarakat Lombok khusususnya suku sasak. Adat ini mempunyai perinsip bahwa Mencuri untuk menikah lebih kesatria dibandingkan meminta kepada orang tuanya. Namun ada aturan dalam mencuri gadis di suku asli di Pulau Lombok. Dan gadis itu tidak boleh dibawa langsung ke rumah lelaki, harus dititipkan ke kerabat laki-laki. Setelah sehari menginap pihak kerabat laki-laki mengirim utusan ke pihak keluarga perempuan sebagai pemebritahuan bahwa anak gadisnya dicuri dan kini berada di satu tempat tetapi tempat menyembunyikan gadis itu dirahasiakan, tidak boleh ketahuan keluarga perempuan. Nyelabar, Istilah bahasa setempat untuk pemberitahuan itu, dan itu dilakukan oleh kerabat pihak lelaki tetapi orangtua pihak lelaki tidak diboleh ikut. Ketika pasangan pengantin dengan menggunakan baju adat Lombok sang pengantin diarak menuju tempat orang tua si pengantin perempuan sambil berjalan kaki. Sebelum masuk ke pelaminan, pemuda Lombok biasa ‘menculik’ anak gadis yang disukainya. Jika orangtua si gadis setuju dengan pemuda yang akan menikahi anaknya, ia akan memberi tanda dengan cara
2
membasuh kaki pemuda tersebut dengan air sirop atau air kelapa. Sementara jika ia tidak setuju disimbolisasikan dengan membasuh menggunakan air tajin. Jika orangtua gadis tersebut menolak tetapi si pemuda tetap ngotot untuk menikahinya, orangtua si gadis biasanya menetapkan mahar yang tinggi untuk merestui anaknya. Ini sebagai ikatan agar anaknya diperlakukan secara baik

2. Potong Gigi
Tradisi potong gigi ini hampir sama seperti tradisi di bali potong gigi ini adalah tradisi yang sering di sebut tradisi “mepandes” Upacara potong gigi juga menjadi salah satu upacara besar karena ini adalah wujud tanggung jawab orang tua pada anaknya, selain menikahkan. Upacara ini diadakan biasanya 1 kali seumur hidup, atau boleh juga lebih. Berhuhung ini ritual wajib, jadi semua orang Hindu Bali atau Lombok pasti mengalami upacara ini. Boleh dilakukan pada masa si anak mencapai akil balig, atau masa-masa setelah itu. Dan kalau ada seseorang yang meninggal sebelum sempat melaksanakan upacara potong gigi maka upacara itu tetap diadakan untuk dirinya setelah meninggal, sebelum di aben tentunya. Kalau teknis penyelenggaraan upacara sendiri berbeda-beda bagi tiap daerah atau desa namun pada intinya tetap sama, yaitu simbol dari pengendalian terhadap Sat Ripu. Tujuan upacara potong gigi dapat disimak lebih lanjut dari lontarkalapati dimana disebutkan bahwa gigi yang digosok atau diratakan dari gerigi adalah enam buah yaitu dua taringdan empat gigi seri di atas.Pemotongan enam gigi itu melambangkan symbol pengendalian terhadap sad Ripu (enam musuh dalam diri manusia).Meliputi kama (hawa nafsu),Loba (rakus),Krodha (marah),mada (mabuk),moha (bingung),dan Matsarya (iri hati).Sad Ripu yang tidak terkendalikan ini akan membahayakan kehidupan manusia,maka kewajiban setiap orang tua untuk menasehati anak-anaknya serta memohon kepada Hyang Widhi Wasa agar terhindar dari pengaruh sad ripu. Makna yang tersirat dari mitologi Kala Pati,kala Tattwa,dan Semaradhana ini adalah mengupayakan kehidupan manusia yang selalu waspada agar tidak tersesat dari ajaran agama (dharma) sehingga di kemudian hari rohnya dapat yang suci dapat mencapai
3
surge loka bersama roh suci para leluhur, bersatu dengan Brahman (Hyang Widhi).Dalam pergaulan muda-mudi pun diatur agar tidak melewati batas kesusilaan seperti yang tersirat dari lontar Semaradhana.

3. Peresean
Salah satu seni bela diri selain pencak silat yang sangat di gandrungi oleh masyarakat lombok. Peresean adalah duel yang dilakukan dengan media penjalin(rotan), dan tameng. Dimana pihak yang paling sering kena sabetan rottanlah yang kalah dan tentu saja atas keputusan juri( pengembar). Peresean adalah event tahunan di lombok. Biasanya di adakan di daerah yang memiliki lapangan besar. Acara peresean ini mirip audisi indonesian idol. Dimana di masing masing daerah ada seleksi mencari pendekar yang akan di adu di tingkat propinsi. Acara ini biasa dilakukan setelah acara 17agustusan.

4. Gendang Beleg
Permainan alat musik khas lombok beruba drum besar yang biasanya di mainkan jika ada acara-acara khusus seperti pertemuan keluarga, arisan, dan acara pernikahan.

2.3 Rumah Adat

Rumah adat suku sasak Rumah bukan sekadar tempat hunian yang multifungsi, melainkan juga punya nilai estetika dan pesan-pesan filosofi bagi penghuninya, baik arsitektur maupun tata ruangnya.
Rumah adat Sasak pada bagian atapnya berbentuk seperti gunungan, menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5 - 2 m.
Atap dan bubungannya (bungus) terbuat dari alang-alang, dindingnya dari anyaman bambu, hanya mempunyai satu berukuran kecil dan tidak ada jendelanya.
Ruangannya (rong) dibagi menjadi inan bale (ruang induk) yang meliputi bale luar (ruang tidur) dan bale dalem berupa tempat menyimpan harta benda, ruang ibu melahirkan sekaligus ruang disemayamkannya jenazah sebelum dimakamkan.
4
Ruangan bale dalem dilengkapi amben, dapur, dan sempare (tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tangga lainnya) terbuat dari bambu ukuran 2 x 2 meter persegi atau bisa empat persegi panjang. Selain itu ada sesangkok (ruang tamu) dan pintu masuk dengan sistem geser.

2.4       Pakaian Adat

Pakaian adat / khas masyarakat Lombok secara umum dibedakan menjadi dua macam yaitu pakaian yang dikenakan oleh kaum pria dan wanita. Pakaian adat pria berupa tutup kepala dengan motif-motif tertentu yang dikenal dengan nama sapuq. Sedangkan pakaiannya berupa baju lengan panjang, celana panjang yang dilapisi dibagian luar dengan memakai kain sarung sebatas dengkul, adapun kain tersebut biasanya mempergunakan kain tenun asli Lombok . Wanitanya memakai baju dari sutra dan memakai kain sarung songket dan selendangnya. Biasanya di pakai untuk menghadiri pernikahan adat
2.5       Sistem Religi
Nusa Tenggara Barat termasuk provinsi yang memiliki populasi penduduk beragama Islam yang tinggi. Karena 96% penduduknya adalah muslim dan sisanya bergama lain seperti hindhu, budha dan katholik. Alhasil,Nusa Tenggara Barat sempat di juluki daerah seribu masjid. Dikarenakan, mayoritas penduduk muslim dan di setiap tempat banyak di dirikan masjid-masjid.
2.6       Upacara Keagamaan
            1. Ngurisan
Upacara keagamaan yang sering di lakukan di Nusa Tenggara Barat adalah tradisi cukur rambut bayi. Tradisi “ngurisan” atau cukur rambut bayi pada saat perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, sudah lama dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tradisi “Ngurisan” atau cukur rambut bayi yang baru lahir atau berumur dibawah enam bulan bagi masyarakat Lombok  biasanya dilaksanakan di masjid atau mushala pada hari-hari besar agama Islam, terutama saat peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
5
Sejumlah bayi digendong orang tua atau kerabatnya di bawa ke masjid bersama dengan beberapa jenis bunga dan beras kuning yang diletakkan dalam sebuah nampan berisi kepingan uang logam. Sebelum prosesi “ngurisan” dilaksanakan oleh para tokoh agama dan masyarakat dari bebeberapa kampung di dalam dan luar, terlebih dulu dimulai dengan “namatan” atau pembacaan ayat-ayat pendek yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan kitab barzanji atau riwayat perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa untuk menerima perintah shalat lima waktu sehari semalam dari Allah SWT. Selesai pembacaan kitab barzanji tersebut barulah proses “ngurisan” dilaksanakan bersamaan dengan “selaqaran”. Seluruh tokoh agama dan masyarakat yang diundang harus mencukur atau memegang kepala bayi.
Tradisi itu juga merupakan warisan para orang tua dulu sehingga harus dihormati dan dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Masing-masing lingkungan memiliki jadwal yang sudah disepakati oleh warga di lingkungan setempat, sehingga para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menjadi undangan berasal dari kampung yang belum memiliki jadwal pelaksanaan maulid. Tamu undangan memperoleh penganan berupa kue khas lombok seperti tarek, iwel, tempeyek dan lainnya yang disediakan oleh warga kampung yang mengundang mereka. Pada siang harinya para undangan memperoleh makan siang berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya, dan sore hari tamu undangan memperoleh buah-buahan atau yang disebut dengan “dulang penamat” atau makanan terakhir setelah prosesi “ngurisan” berakhir.
           2. Lebaran Ketupat
Lebaran ketupat ini biasanya di gelar oleh warga sasak yang beragama muslim. Lebaran ini biasanya dirayakan 1 minggu setelah hari Raya Idul Fitri dan untuk menutup puasa 6 hari di bulan Syawal.Pada lebaran ketupat warga Lombok biasanya berziarah ke makam orang tua atau leluhur mereka dan menyantap bekal yang mereka bawa berupa ketupat dan lauk pauknya bersama keluarga mereka. Kemudian ada ribuan tumbuk ketupat yang biasanya di arak menuju alun-alun oleh warga lalu di sebarkan dan di perebutkan
6

2.7       Sistem Kekerabatan
Sistem kekerabatan di Lombok pada umumnya adalah berdasarkan prinsip Bilateral yaitu menghitung hubungan kekerabatan melalui pria dan wanita. Kelompok terkecil adalah keluarga batih yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak. Pada masyarakat lombok selatan ada beberapa istilah antara lain :
1.      Inaq adalah panggilan anak kepada ibu.
2.      Amaq adalah panggilan anak kepada bapak.
3.      Ari adalah panggilan kepada adik perempuan atau adik laki-laki.
4.      Kakak adalah panggilan kepada saudara sulung laki-laki ataupun perempuan.
5.      Oaq adalah panggilan kepada kakak perempuan atau laki-laki dari ibu dan ayah.
6.      Saiq adalah panggilan  kepada adik perempuan atau laki-laki dari ayah atau ibu
7.      Tuaq adalah panggilan  kepada adik laki-laki dari ayah atau ibi.
8.      Pisak adalah panggilan  kepada anak dari adik/kakak dari ibu.










7

BAB III

3.1       Kaitan dengan Antropologi
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari keanekaragaman fisik serta kebudayaan yang dihasilkan, sehingga manusia yang satu dan lainnya berbda. Maka dari itu antropologi diperlukan sebagai pedoman untuk kita memahami kebudayaan suatu tempat dengan baik.
3.2       Kaitan dengan Psikologi
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia. Manusia satu dengan yang lainnya pasti memiliki sikap yang berbeda. Sikap yang berbeda ini timbul karena perbedaan latar belakang lingkungan dan budaya dari setiap individu. Sehingga psikologi sangat erat hubungannya dengan budaya. Karena keterkaitan antara ilmu psikologi dan ilmu antropologi yang memang salah satunya mempelajari budaya, dapat membantu untuk  mempelajari suatu budaya dengan sistem wawancara. Sistem wawancara termasuk komunikasi dua arah, jadi saat melakukan wawancara kita sebagai penanya harus membuat kondisi senyaman mungkin dengan pihak narasumber. Hal ini di dapatkan dengan cara, kita mengetahui terlebih dahulu latar belakang budaya narasumber. Jadi sikap kita dapat di sesuaikan dengan sikap yang ada di budayanya.
3.3       Contoh Kasus
Nusa Tenggara Barat memiliki acara besar setiap tahunnya. Acara ini adalah upacara bau nyale atau disebut juga cacing wawo. Upacara ini biasa di lakukan oleh masyarakat lombok tengah tepatnya di sepanjang pantai kuta pada musim panen kedua di setiap tahun. Acara ini dilakukan pada waktu subuh, sehinga masyarakat ber bondong-bondong menuju pantai. Arti dari bau nyale sendiri adalah bau yang artinya tangkap  dan nyale yang artinya jelmaan putri mandalika. Dimaksudkan untuk mencari cacing sebanyak banyaknya karena dianggap berkhasiat dan dapat menyembuhkan penyakit.

8




PENUTUPAN

Kesimpulan
Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang memiliki budaya yang unik dan menarik. Dari mulai pakaian adat hingga bahasa komunikasi yang digunakan. Nusa Tenggara Barat juga termasuk provinsi yang penduduknya bermayoritas muslim sehinga dari sistem religi, upacara keagamaan, dan acara besar disana berbau Islam.
Saran
Nusa Tenggara Barat termasuk salah satu provinsi yang belum banyak diketahui dan di kunjungi oleh masyarakat banyak. Sehingga lingkungan disana terutama di pantai masih sangat terjaga. Jadi kita sebagai masyarakat walaupun bukan masyarakat asli Nusa Tenggara Barat apabila mengunjungi daerah sana tetap harus menjaga kebersihan dan alaminya lingkungan. Sehingga lingkungan disana tidak tercemar.





                                                                                      9 
  


Sabtu, 10 Maret 2012

Penerapan Mata Kuliah Kewarganegaraan

WAWASAN NUSANTARA

                                                           



Disusun oleh:
Dinda Dewi Lestari
Innaya Bunga Prisintya
Mike Paramita
Noviyati
Ravika Gabriella
Rosita Seftiyana




Kelas 1PA06
Universitas Gunadarma


PENDAHULUAN


  • Suatu bangsa yang telah menegara, dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungan.
  • Pengaruh lingkungan didasarkan atas hubungan timbal-balik dan saling terkait antara filosofi bangsa, ideologi, aspirasi dan cita-cita, serta dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budayadan tradisi, keadaanalam, wilayah, dan pengalaman sejarahnya.
  • Upaya pemerintah dan rakyatmenyelenggarakankehidupannya, memerlukan suatu konsepsi berupa Wawasan Nasional.
  • Konsep wawasan nasional setiap bangsa berbeda tergantung dengan sejarah, pandangan hidup dan ideologi (profil bangsa) serta ruang hidupnya (geografi).
  • Wawasan Nasional dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah, dan jati diri bangsa.
  • Wawasan~ Wawas= melihat, memandang.
  • Wawas+ an = cara pandang, cara penglihatan, cara meninjau
  • Untuk dapat mempertahankan ruang hidupnya, bangsa harus memiliki kesatuan cara pandang yang dikenal dengan wawasan nasional (Geopolitik).
  • Konsep wawasan bangsa tentang wilayah mulai dikembangkan pada akhir abad XIX dan awal abad XX sebagai Geopolitik yang mulanya membahas geografi dari sisi politik.
  • Semula geopolitik adalah ilmu bumi politik yang membahas masalah politik dalam suatu negara, namun berkembang menjadi ajaran yang melegitimasikan Hukum Ekspansi suatu negara

Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, mengenai diri bangsa Indonesia dan bentuk geografis nya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanaan nya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai bineka tunggal ika untuk mencapai tujuan nasional.
Falsafah Pancasila
Nilai-nilai pancasila mendasari pengembangan wawasan nasional. Nilai-nilai tersebutadalah
  1. Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan  menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing,
  2. Mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada individu dan golongan, dan
  3. Mengambil keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat

Aspek Kewilayahan Nusantara
Pengaruh geografi merupakan suatu fenomena yang perlu di perhitungkan, karena indonesia kaya akan keaneka ragaman Sumber Daya Alam dan suku bangsa.
Aspek Sosial Budaya
Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan  yang berbeda-beda, sehingga tata cara kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antar golongan mengandung potensi konflik yang besar mengenai berbagai macam ragam budaya.
Hakikat

 KeutuhanNasional~ carapandangygutuhmenyeluruhuntuk kepentingannasional

Asas

kepentingandan tujuanygsama, keadilan, kejujuran, solidaritas, kerjasama, dan kesetiaan.

Arah Pandang

Kedalam dan Keluar.
Arah pandang kedalam bertujuan menjamin perwujudan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional.
Arah pandang keluar bertujuan menjamin kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, serta mengembangkan suatu kerja sama dan saling menghormati.
Fungsi Wawasan Nusantara
  1. Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan dan kewilayahan,
  2. Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai cakupan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan sosial dan politik dan kesatuan  pertahanan dan keamanan,
  3. Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara. Merupakan pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan  negara.
  4. Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga.


Tujuan wawasan nusantara
Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua, yaitu:
1.       Tujuan nasional, dapat dilihat dalam pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah”untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
2.       Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspekkehidupan baikalamiah maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi lihur serta martabat manusia di seluruh dunia.



Wawasan Nasional
Pemerintah dan rakyat memerlukan konsep berupa wawsan nasional sebagai visi nasional untuk menjamin kelangsungan hidup, kebutuhan wilayah, dan jati diri bangsa. Istilah wawasan itu sendiri berasal dari kata wawas yang arti nya melihat/memandang yang berarti cara pandang secara logika. Yang di pandang adalah sesuatu yang paling dekat dengan keberadaan diri, yaitu kondisi lingkungan, tempat kita hidup dan mengembangkan diri.
Suatu bangsa meyakini bahwa kebenaran yang hakiki atau yang mutlak adalah kebenaran yang datang dari Tuhan, pencipta alam semesta. Manusia memiliki kelebihan dari mahluk yang lain melalui akal pikiran dan budi nurani, sehingga manusia yang satu dengan yang lain tidak memiliki kemampuan yang sama.
Setiap bangsa yang telah menegara mempunyai wilayah sebagai tempat yang memungkinkan rakyat dapat bernaung dan negara dapat memberikan jaminan kesejahteraan dan keamanan kepada seluruh warga nya. Suatu negara dapat menyelenggarakan  kehidupan nya tidak terlepas dari pengaruh lingkungan, pengaruh yang timbul dari timbal balik antara filosofi bangsa, ideologi, aspirasi, cita-cita, dan kondisi masyarakat sosial, budaya, tradisi, keadaan alam, wilayah, serta pengalaman sejarah.
Wawasan ini dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah dan jati diri bangsa. Wawasan itu sendiri memliki arti melihat atau memandang wawasan itu harus mampu memberikan inspirasi pada bangsa dalam menghadapi hambatan dan tantangan yang timbul oleh lingkungan.
Ada tiga faktor utama yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan:
1.       Bumi atau ruang dimana bangsa itu hidup
2.       Jiwa, tekad dan semangat manusia dan rakyatnya
3.       Lingkungan sekitarnya
Dengan demikian, wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungan nya dalam eksistensi nya yang serba terhubung dengan bangsa dan negara lain, dan dalam perkembangan nya di lingkungan daerah, nasional,regional, dan global.

PAHAM-PAHAM KEKUASAAN
Perumusan wawasan nasional lahir berdasarkan pertimbangan dan pemikiran sejauh mana konsep operasional nya dapat diwujudkan dan dipertanggungjawabkan.
a. PahamMachiavelli (abadXVII)
b. PahamKaisarNapoleon Bonaparte (abadXVIII)
c. PahamJendralClausewitz(abadXVIII)
d.PahamFuerbackdan Hegel
e.PahamLenin (abadXIX)
f.PahamLucian W. Pyedan Sidney2.

Teori-Teori Geopolotik
Berasal dari kata geo yang berarti bumi, politik yang berarti kekuasaan. Secara harfiah berarti politik yang di pengaruhi oleh kondisi dan konstelasi geografi. Maksud nya adalah pertimbangan-pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional untuk mencapai tujuan nasional, di pengaruhi oleh geografi.

Banyak nya ajaran-ajaran tentang geopolitik, yaitu;
a)      Menurut Ajaran Frederich Ratzal (1844-1904)
·         Pertumbuhan organisme melalui ruang lingkup,
·         Makin luas ruangan maka makin memungkinkan kelompok polotik untuk berkembang,
·         Hanya bangsa yang unggul yang mampu bertahan hidup,
·         Makin tinggi budaya bangsa makin besar kebutuhan SDA, dan
·         Hukum ekspansi: batas negara bersifsat sementara

b)      Menurut Ajaran Rudolf Kjellen (1864 – 1922)
·         Negara adalah satuan biologis, organisme hidupyang memiliki intelektual. Maka tujuannya diperlukan ruang lingkup yang luas
·         Negara merupakan suatu sistem politik meliputi bidang-bidang, seperti geopolitik, ekonomi politik, demo politik, dan krato politik
·         Negara harus mampu berswasembeda




c)       Menurut Ajaran Karl Haushofer (1869 – 1946)
·         Kekuasaan imperium daratan yang kompak mengalahkan imperium maritim

d)      Menurut Ajaran Giulio Douhet (1869-1930) dan William Mitchel (1989-1936)
·         Bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga garis belakang lawan serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara.

e)      Menurut Ajaran Nicholas J. spykmen (1893-1943)
·         Teori daerah batas (kekuatan di darat, laut, dan udara)
·         Penguasaan daerah jantung harus ada akses ke laut dan hendaknya menguasai pantai sepanjang Eurasia



Penutup

Kesimpulan
Dari keseluruhan pembahasan pada makalah ini, dapat kita simpulkan bahwa:
·         Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia diri dan lingkungannya.
·         Konsepsi dasar nasional adalah gambaran yang jelas atau konkrit pencapaian cita-cita dan tujuan nasional.
·         Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungan nya.
·         Banyak nya paham-paham kekuasaan tentang wawasan nusantara

Makalah IBD neu

NAMA        : DINDA DEWI LESTARI
NPM           : 12511150
KELAS       : 1PA06
TUGAS      : IBD (ILMU BUDAYA DASAR)




KATA PENGANTAR



Kami panjatkan puji serta syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah Ilmu Budaya Dasar ini.
Makalah Ilmu Budaya Dasar yang diberi judul Peran Kebudayaan Dalam Membentuk Kepribadian, saya menyusun sebagai pelengkap tugas dan mempunyai tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembacanya maupun pihak yang terkait didalamnya serta dapat memberikan motivasi atau dorongan agar memilih kepribadian yang lebih baik di masa yang akan mendatang dan bisa sebagai bahan acuan.
Saya menyadari banyak kekurangan dan banyak mengalami hambatan yang bersumber dari diri saya sendiri dalam pembuatan makalah ini.Pepatah mengatakan “Tiada Gading yang Tak Retak” demikian pula makalah ini masih jauh dari kersempurnaan. Oleh karena itu saya sangat membutuhkan saran serta kritik agar dimasa yang akan datang dapat menyempurnakan makalah ini atau dapat menjadi lebih baik.
Dalam penyusunan makalah ini saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak–pihak yang telah membantu dan mendukung sehingga makalah ini dapat terselesaikan.








Depok, 29 Desember 2011


BAB I
PENDAHULUAN


1.      Latar Belakang 
Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Berbagai penelitian awal mengenai struktur kepribadian, upaya untuk mengidentifikasikan dan menamai karakteristik permanen yang menjelaskan perilaku individu seseorang. Karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seorang individu adalah malu, agresif, patuh, malas, ambisius, setia, dan takut. Karakteristik-karakteristik tersebut jika ditunjukkan dalam berbagai situasi, disebut sifat-sifat kepribadian. Berbicara mengenai kepribadian, kebudayaan mempunyai peranan penting dalam membentuk kepribadian sesorang maupun kepribadian bangsa. Para ahli sepakat bahwa kebudayaan adalah perilaku dan penyesuaian diri manusia berdasarkan hal-hal yang dipelajari. Kebudayaan tidak pernah mempunyai bentuk yang abadi, tetapi terus menerus berganti-ganti alam dan zaman.
Beberapa Teori tentang kepribadian :·         Teori psikodinamika berfokus pada pergerakan energi psikologis di dalam manusia, dalam bentuk kelekatan, konflik dan motivasi.
·         Teori Freud, Sigmund Freud berpendapat bahwa kepribadian terdiri dari tiga sistem utama: id, ego dan superego. Setiap tindakan kita merupakan hasil interaksi dan keseimbangan antara ketiga sistem tersebut.
·         Teori Jung, Carl Jung pada awalnya adalah salah satu sahabat terdekat Freud dan anggota lingkaran koleganya, tetapi pertemanan mereka berakhir dalam pertengkaran tentang ketidaksadaran. Menurut Jung, di samping ketidaksadaran individual, manusia memiliki ketidaksadaran kolektif yang mencakup ingatan universal, simbol-simbol, gambaran tertentu, dan tema-tema yang disebutya sebagai arketipe.

Kebudayaan adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya. Para ahli sepakat bahwa kebudayaan adalah perilaku dan penyesuaian diri manusia berdasarkan hal-hal yang dipelajari. Kebudayaan tidak pernah mempunyai bentuk yang abadi, tetapi terus menerus berganti-gantinya alam dan zaman.Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurut Soerjanto Poespowardojo 1993). Selain itu Budaya atau kebudayaan berasal daribahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Pada intinya para ahli menunjuk pada adanya 7 unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural universals, yaitu:

  1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi, dan sebagainya). 
  1. Mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi (pertanian, peternakan, system produksi, system distribusi dan sebagainya). 
  1. Sistem kemasyarakatan (system kekerabatan organisasi politik, system hokum, system perkawinan). 
  1. Bahasa (lisan maupun tertulis). 
  1. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak, dan sebagainya). 
  1. Sistem pengetahuan dan pendidikan. 
  1. Religi (system kepercayaan).


Budaya merupakan salah satu unsur dasar dalam kehidupan sosial. Budaya mempunyai peranan penting dalam membentuk pola berpikir dan pola pergaulan dalam masyarakat, yang berarti juga membentuk kepribadian dan pola pikir masyarakat tertentu. Budaya mencakup perbuatan atau aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh suatu individu maupun masyarakat, pola berpikir mereka, kepercayaan, dan ideology yang mereka anut.Sejalan dengan derasnya arus modernisasi dan globalisasi, budaya-budaya daerah kian memudar dan terpinggirkan oleh budaya-budaya yang masuk kedalam budaya kita yang dominan berasal dari budaya-budaya barat. Sehingga akibatnya dapat menimbulkan berbagai macam masalah budaya di Indonesia, antara lain adanya perbedaan karakter kepribadian budaya barat dengan budaya Indonesia yang dapat merusak budaya Indonesia yang juga dapat mengakibatkan pembentukan kepribadian yang kurang baik akibat dari pergeseran nilai-nilai kebudayaan yang ada.Secara umum Kebudayaan dan Kepribadian saling memiliki keterkaitan dalam kehidupan setiap manusia. Pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, selain itu karena disebut sebagai makhluk sosial maka manusia tidak bisa hidup sendiri / saling ketergantungan.Berbicara mengenai kepribadian dan kebudayaan, tidak terlepas dari hubungan antara masyarakat dan kebudayaan. Masyarakat dan kebudayaan merupakan perwujudan atau abstraksi perilaku manusia. Kepribadian mewujudkan perilaku manusia. Perilaku manusia dapat dibedakan dengan kepribadiannya, karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri seorang individu.Secara sederhana hubungan antara Budaya dan Kepribadian adalah manusia yang terbentuk dalam suatu kepribadian dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan kepribadian adalah setiap kebudayaan yang  berada di lingkungan manusia itu tinggal akan membentuk kepribadian, dan biasanya faktor lingkungan dan kebudayaan yang berada disekitarnya itu yang dapat membentuk suatu kepribadian sehingga di setiap tempat atau lingkungan pasti setiap manusia mempunyai kepribadian yang bermacam–macam.


2.        Tujuan
Dalam makalah yang saya buat ini diharapkan dapat menambah wawasan saya dan pembaca untuk dapat menentukan kepribadian yang baik dalam ruang lingkup budaya di sekitarnya dan memberikan gambaran dan pemahaman kepada siapapun tentang pengaruh budaya terhadap kepribadian seseorang. Agar ketika akan bertindak tidak bertindak sesuai dengan budaya buruk, yang ketika bertindak sesuai dengan budaya yang baik, serta pengaruh positif dapat kita rasakan bersama sesuai dengan tujuan Undang-undang dasar yang menjadi landasan dan akar dari bangsa kita. Tujuan kita mempelajari kebudayaan yang berperan penting dalam kepribadian kita adalah :1.      Mengetahui peran budaya dalam pembentukan kepribadian yang baik
2.      Mengetahui berbagai macam masalah tentang kebudayaan
3.      Dapat menambah pengetahuan tentang kebudayaan
4.      Meningkatkan jiwa gotong royong
5.      Meningkatkan kebersamaan
6.      Membangun komunikasi yang lebih baik
Setiap Individu  memiliki pengalaman yang berbeda – beda serta beraneka ragam, dan dari pengalaman tersebutlah biasanya kepribadian seseorang juga dapat berubah. Dan lingkungan sangat mempengaruhi pola pikir dan kepribadian seseorang.



3.      SASARAN
Sasaran yang ingin dicapai untuk kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda agar selalu memilki rasa nasionalisme dan tidak terpengaruh budaya asing yang tidak layak sekaligus bertentangan dengan nilai dan moral bangsa Indonesia.Seluruh masyarakat luas di tanah air Indonesia tentang kebudayaan yang menjadi salah satu faktor dalam membangun kepribadian seseorang dikarenakan kebudayaan merupakan salah satu unsur dasar dalam kehidupan social. Budaya mempunyai peranan penting dalam membentuk pola berpikir dan pola pergaulan dalam masyarakat sehingga sangat penting bagi kita untuk terus mempertahankan kebudayaan timur yang sopan dan lemah lembut serta beradab. Kebudayaan memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan norma dalam keluarga, teman, kelompok sosial dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. Seiring derasnya arus globalisasi dan modernisasi diharapkan generasi  muda penerus bangsa tetap memiliki kepribadian baik tanpa menyampingkan nilai-nilai kebudayaan timur yang sopan yang telah ada sejak zaman nenek moyang kita yang merupakan ciri khas kita sebagai pribadi yang anggun, sopan dan santun.
Dalam Ruang lingkup yang lebih luas Peran Kebudayaan Indonesia terdapat beberapa poin :

  • Akar Kebudayaan Indonesia
  • Kebudayaan Barat di Indonesia
  • Dampak Positif dan Negatif








BAB II
PEMBAHASAN




Kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap, dan lain-lain sifat yang khas dimiliki seseorang yang berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain. Kepribadian sebenarnya merupakan organisasi faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku individu. Faktor-faktor tersebut mempengaruhi suatu individu baik secara langsung maupun tidak langsung.Kepribadian merupakan faktor kunci dalam mendefinisikan keunikan dalam individu dan membentuk individu tersebut melalui sebuah kehidupan. Budaya adalah cara hidup. Budaya tidak hanya melihat berdasarkan nilai–nilai sadar kita, tetapi juga melihat asumsi dan percaya pada perembangannya. Budaya merupakan faktor penting dalam membentuk suatu kepribadian.Kebudayaan tertentu menghasilkan karakteristik psikologi tertentu menimbulkan ciri budaya lainnya. Kesimpulan mengenai pendekatan psikologis dalam kebudayaan: dengan menghubungkan variasi dalam pola budaya dengan masa pengasuhan anak, kepribadian, kebiasaan, dan kepercayaan yang mungkin menjadi konsekuensi dari faktor psikologis dan prosesnya.Pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian, sebaiknya dibatasi pada bagian kebudayaan yang secara langsung mempengaruhi kepribadian. Berikut tipe-tipe kebudayaan khusus yang nyata mempengaruhi bentuk kepribadian yakni:
  1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar factor kedaerahan. Di sini dijumpai kepribadian yang saling berbeda antara individu-individu yang merupakan anggota suatu masyarakat tertentu, karena masing-masing tinggal di daerah yang tidak sama dan dengan kebudayaan-kebudayaan khusus yang tidak sama pula.
  2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda (urban dan rural ways of life). Contoh perbedaan antara anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota terlihat lebih berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya dan sikapnya lebih terbuka untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan kebudayaan tertentu. Sedangkan seorang anak yang dibesarkan di desa lebih mempunyai sikap percaya diri sendiri dan lebih banyak mempunyai sikap menilai (sense of value). 
  3. Kebudayaan khusus kelas sosial. Di dalam setiap masyarakat akan dijumpai lapisan sosial karena setiap masyarakat mempunyai sikap menghargai yang tertentu pula. 
  4. Kebudayaan khusus atas asar agama. Agama juga mempunyai pengaruh besar di dalam membentuk kepribadian seorang individu. Bahkan adanya berbagai madzhab di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda pula di kalangan umatnya. 
  5. Kebudayaan berdasarkan profesi. Pekerjaan atau keahlian juga memberi pengaruh besar pada kepribadian seseorang. Kepribadian seorang dokter, misalnya, berbeda dengan kepribadian seorang pengacara, dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara-cara mereka bergaul.
Budaya membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain.Budaya diwariskan melalui bahasa dan bermacam–macam perilaku dan dapat dimungkinkan manusia berinteraksi dalam bahasa yang sama dan hidup di zaman yang sama. Kita adalah pewaris kebudayaan, setiap individu yang baru muncul akan mengikuti tatanan kebudayaan kita. Dan kepribadian sangat di tentukan oleh faktor kebudayaan yang terjadi pada lingkungannya. Berikut uraian dari setiap kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan  yang ada, berkaitan dengan peranan kebudayaan dalam membentuk kepribadian :


1.      Kekuatan (Strength)  
Budaya bertindak sebagai mekanisme alasan yang masuk akal (sense-making) serta kendali yang menuntun dan membentuk sikap, perilaku dan kepribadian seseorang . Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah seseorang/masyarakat sebagai pelaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan seseorang/masyarakat.
                              Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya adalah perekat sosial yang membantu menyatukan masyarakat/organisasi dengan cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan oleh seseorang/masyarakat.
  Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu. Artinya dengan budaya seseorang bisa menjadi pribadi yang lebih tanggung jawab bukan hanya untuk dirinya tetapi bagi orang lain ataupun masyarakat.

  • Keanekaragaman budaya yang bisa menunjang budaya nasional
  • Kekhasan yang dimiliki budaya-budaya daerah.
  • Kekayaan alam yang melimpah untuk menopang perekonomian negara.
  • Rasa nasionalisme yang tinggi sehingga mempererat persatuan.
  • Pengenalan budaya yang terus diupayakan oleh pemerintah.


2.      Kelemahan (Weekness) 
 Budaya berperan sebagai penentu batas-batas, artinya, budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat unik suatu masyarakat dan membedakannya dengan masyarakat lainnya dan kebanyakan masyarakat kita tidak mengenal budaya daerah lain.
                                Masuknya budaya asing melalui berbagai media, baik itu media massa maupun elektronik yang secara tidak langsung menggeser nilai-nilai budaya luhur yang telah lama diadopsi oleh masyarakat akan mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku serta kepribadian seseorang/masyarakat.
                                Agama juga mempunyai pengaruh besar di dalam membentuk kepribadian seorang individu. Bahkan adanya berbagai madzhab di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda pula di kalangan umatnya.

  • Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kepribadian bangsa.
  • Kurangnya perhatian pemerintah.
  • Perekonomian yang tidak kunjung membaik.
  • Pemerintahan yang korup sehingga kurangnya kepercayaan masyakakat terhadap pemerinttah.
  • Lunturnya rasa nasionalisme.






3.      Peluang (Opportunity)  
Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan kebudayaan bangsa dari daerah lain selain daerah asal yang tidak dapat dijangkau kepada masyarakat agar mereka pun dapat mengenalnya.
                                Memperkenalkan kebudayaan bangsa sejak dini kepada generasi penerus bangsa, Sehingga kebudayaan yang dimiliki oleh setiap bangsa negara atau daerah lebih dikenal oleh generasi muda kita.
                                Keanekaragaman budaya yang ada disuatu negara maupun daerah yang berbeda-beda membentuk masyarakat dengan tradisi, adat istiadat dan pemikiran yang berbeda dalam masyarakat dapat dijadikan titik acuan dalam membentuk kepribadian seseorang atau kelompok masyarakat. Karena melalui kebudayaan manusia dapat bertukar pikiran dan dapat menjadi motivasi bagi daerah/negara lain untuk menjadi lebih baik di segala bidang kehidupan.

  •  
    Banyaknya turis asing yang tertarik budaya nasional.
  • Indonesia memilki tempat wisata yang menarik.
  • Masih banyak daerah yang masih memegang budaya daerahnya.


4.      Hambatan (Threat)                               
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.
                                Penetrasi kebudayaan, Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat.Kemajuan teknologi yang mengakibatkan pergeseran nilai-nilai budaya dan mempengaruhi kebudayaan dikalangan generasi muda kita.

  • Masuknya budaya asing.
  • Munculnya era globalisasi.
  • Terpuruknya perekonomian negara.
KomponenBerdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu :
  • KebudayaanMaterial
  • Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
  • KebudayaanNonmaterial
  • Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
  • LembagaSosial
  • Lembaga sosial dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
  • Sistem Kepercayaan
  • Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.
  • Estetika
  • Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.
  • Bahasa
  • Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.




Kebudayaan Sebagai Sudut Pandang Umum
Selama era romantisme, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme - seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria - mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum".
Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif."Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan - kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya - mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahan - perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisme atau tempat bekerja

Hubungan Psikologi dan Budaya
Psikologi itu sendiri adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Pada awal perkembangannya, ilmu psikologi tidak menaruh perhatian terhadap budaya. Baru sesudah tahun 50-an budaya memperoleh perhatian. Namun baru pada tahun 70-an ke atas budaya benar-benar memperoleh perhatian. Pada saat ini diyakini bahwa budaya memainkan peranan penting dalam aspek psikologis manusia. Oleh karena itu pengembangan ilmu psikologi yang mengabaikan faktor budaya dipertanyakan kebermaknaannya. Triandis (2002) misalnya, menegaskan bahwa psikologi sosial hanya dapat bermakna apabila dilakukan lintas budaya. Hal tersebut juga berlaku bagi cabang-cabang ilmu psikologi lainnya.

Sebenarnya hubungan antara psikologi dan budaya itu secara sederhana Triandis (1994) membuat kerangka sederhana bagaimana hubungan antara budaya dan perilaku social:
Ekologi – budaya – sosialisasi – kepribadian – perilaku
Sementara itu Berry, Segall, Dasen, & Poortinga (1999) mengembangkan sebuah kerangka untuk memahami bagaimana sebuah perilaku dan keadaan psikologis terbentuk dalam keadaan yang berbeda-beda antar budaya. Kondisi ekologi yang terdiri dari lingkungan fisik, kondisi geografis, iklim, serta flora dan fauna, bersama-sama dengan kondisi lingkungan sosial-politik dan adaptasi biologis dan adaptasi kultural merupakan dasar bagi terbentuknya perilaku dan karakter psikologis. Ketiga hal tersebut kemudian akan melahirkan pengaruh ekologi, genetika, transmisi budaya dan pembelajaran budaya, yang bersama-sama akan melahirkan suatu perilaku dan karakter psikologis tertentu.
Ratusan definisi budaya yang ada tidak bisa dianggap yang satu lebih benar daripada yang lainnya. Masing-masing definisi memiliki kekuatannya masing-masing. Oleh karena itu penggunaan definisi budaya semestinya dilihat dari tingkat kegunaannya bagi tujuan yang dikehendaki. Triandis (1994) mencontohkan dengan definisi budaya yang digunakan B.F. Skinner, seorang behavioris, yakni ‘budaya adalah seperangkat aturan penguatan (a set of schedules of reinforcement)’. Definisi tersebut bernilai optimal bagi pendekatan yang dilakukan Skinner.
Hubungan antara budaya sangatlah jelas, karena kepribadian terdiri dari sebagian besar Internalisasi unsure budaya. Budaya adalah aspek kepribadian kolektif. Dan munculnya kepribadian dibedakan atas beberapa subkultur, diantaranya :
  • Etnis
  • Kelas Sosial
  • Agama dan
  • Kriteria Pekerjaan


Tiga masalah yang menjadi fokus perhatian kebudayaan, yaitu :
a)      Kepribadian bangsa
b)       Peranan individu dalam proses perubahan adat istiadat
c)      Nilai universal dalam persoalan kepribadian bangsa sesudah Perang Dunia ke-1, hubungan antar bangsa kian intensif, perhatian penjajah terhadap kepribadian bangsa jajahan.
Hampir semua penelitian yang mendalami ”kepribadian bangsa” menyimpulkan bahwa ciri-ciri kepribadian yang tampak berbeda pada bangsa-bangsa di dunia ini bersumber pada cara pengasuhan pada masa kanak-kanak. Misalnya, orang Jepang yang dewasa menjadi bersifat memaksakan kehendaknya, karena ketatnya latihan mengenai cara membuang air pada masa kanak-kanak.Dalam perkembangannya, fokus pendekatan psikologis pada keanekaragaman kebudayaan, berubah. Minat terhadap hubungan pengasuhan semasa anak-anak dan kepribadian setelah dewasa, tetap dipertahankan, namun beberapa ahli antropologi mulai meneliti faktor-faktor determinan yang mungkin jadi penyebab dari kebiasaan pengasuhan anak yang beragam. Kebudayaan tertentu menghasilkan karakteristik psikologi tertentu menimbulkan ciri budaya lainnya.




BAB III
KESIMPULAN


Beragam kebudayaan yang ada disetiap daerah serta isi dan sasaran dari pengetahuan, perasaan, kehendak dan keinginan kepribadian dan perbedaan kualitas hubungan antar berbagai unsur kepribadian dalam kesadaran individu. Mempelajari materi dari setiap unsur kepbadianri merupakan tugas psikologi yang berupa kebiasaan / habit atau berbagai macam materi yang menyebabkan timbulnya kepribadian.Kebudayaan mencerminkan kepribadian bangsa kita dan berkewajiban untuk menjaganya jangan sampai rusak ataupun hilang, kita harus melestarikannya. Selain itu kita dapat menjadikannya sumber kekuatan untuk ketahanan budaya nasional bangsa IndonesiaKesimpulan mengenai pendekatan psikologis dalam kebudayaan: dengan menghubungkan variasi dalam pola budaya dengan masa pengasuhan anak, kepribadian, kebiasaan, dan kepercayaan yang mungkin menjadi konsekuensi dari faktor psikologis dan prosesnya.Faktor lingkungan memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. Sebagai contoh, budaya membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain


















Resensi




Reese, W.L. 1980. Dictionary of Philosophy and Religion: Eastern and Western Thought, p. 488.O'Neil, D. 2006. "Processes of Change"http://www.psychologymania.com/2011/09/pengaruh-budaya-terhadap-kepribadian.html http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan#Sistem_kekerabatan_dan_organisasi_sosialhttp://id.wikipedia.org/wiki/KepribadianWalgito, Bimo. 2010. Pengantar psikologi Umum. Yogyakarta: AndiBaraja, Abubakar. Psikologi Perkembangan. Studia Press.Smith, P.B., & Bond, M.H. (1994). Social Psychology Across Cultures : Analysis and Perspectives. Boston : Allyn and Bacon
Wikipedia.comhttp://www.lintasberita.com/Lifestyle/Seni-Budaya/budaya-indonesia-dimata-dunia-internasional- 

Sabtu, 22 Oktober 2011

wimpy jalan-jalan

dua hari lalu, wimpy pergi dari kandang..entah mengapa dia pergi.. mungkin kah dia bosan dengan kehidupan di kandang atau kah dia galau karena tak ada pasangan yang menemani..
menyedihkan memang.. tapi gue lebih sedih karena wimpy pergi ninggalin gue :'(
tapi ternyata dia kembali lagi pada ku yeeah :D

ternyata dia pergi untuk jalan-jalan saja karena suntuk..
alhamdulillah yah, dia masih sayang sama gue..