find me:D

Rabu, 20 Maret 2013

Kesehatan mental - Konsep Sehat

Konsep Sehat

Dr. Kartini Kartono mengatakan bahwa orang yang memiliki mental sehat memilki sifat-sifat khas, antara lain mempunyai kemampuan untuk bertindak secara efisien memiliki tujuan-tujuan hidup yang jelas  memiliki konsep diri yang sehat memiliki koordinasi antara segenap potensi dengan usaha-usaha nya,memiliki regulasi diri dan memiliki batin yang selalu tenang.
Jadi, orang yang sehat mentalnya dapat melakukan adaptasi (penyesuaian diri) dengan lingkungannya, dengan mudah dapat menempatkan diri pada perubahan sosial, selalu aktif berpartisipasi dan dapat merasakan kepuasan atas terpenuhi kebutuhannya.
Sehat sendiri merupakan kondisi dimana fisik (jasmani), mental (rohani) baik itu pikiran, emosi, dll, dan sosial dalam kondisi yang normal (seperti orang pada umumnya), stabil, serta dapat mengikuti kebiasaan-kebiasaan dan norma-norma yang ada di masyarakat.
Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi jugameliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual.Menurut
WHO (1947)
Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO,1947)

Kesehatan manusia dipengaruhi oleh 6 faktor yaitu :
1. Udara
2. Air
3. Makanan dan Minuman
4. Keseimbangan Emosi
5. Olahraga Teratur
6. Istirahat Cukup
Apabila ke enam faktor tersebut terganggu atau bermasalah maka otomatis kesehatan kita juga akan terganggu , mau atau tidak mau, sadar atau tidak kita hidup dizaman penuh polusi dari zat kimia baik itu air, udara maupun makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

Perkembangan kesehatan mental dipengaruhi oleh dua tokoh, yaitu Dorothea Lynde Dix dan Clifford Whittingham Beers. Kedua tokoh ini banyak mendedikasikan hidupnya dalam bidang pencegahan gangguan mental dan pertolongan bagi orang-orang miskin dan lemah. Dorthea Lynde Dix lahir pada tahun 1802 dan meninggal dunia pada tanggal 17 Juli 1887. Ia adalah seorang guru di Massachussets, yang menaruh perhatian terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental. Sebagian perintis (pioneer), selama 40 tahun Ia berjuang untuk memberikan pertolongan terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental agar dapat diperlakukan secara lebih manusiawi.
Usahanya mula-mula diarahkan pada para pasien di rumah sakit. Kemudian diperluas kepada para penderita gangguan mental yang dikurung di penjara. Pekerjaan Dix ini merupakan faktror penting dalam membangun kesadaran masyarakat umum untuk memperhatikan kebutuhan para penderita gangguan mental. Berkat usahanya yang tak kenal lelah, di Amerika serilkat didirikan 32 rumah sakit jiwa, Ia layak mendapat pujian sebagai salah seorang wanita besar di abad 19.
Dedikasi Beers yang begitu kuat dalam kesehatan mental, dipengaruhi juga oleh pengalamannya sebagai pasien dibeberapa rumah sakit jiwa yang berbeda. Selama di rumah sakit, Ia mendapatkan pelayanan atau pengobatan yang keras dan kasar. Kondisi seperti ini terjadi, karena pada masa itu belum ada perhatian terhadap masalah gangguan mental, apalagi pengobatannya.
Setelah dua tahun mendapatkan perawatan dirumah sakit Ia mulai memperbaiki dirinya, dan selama tahun terakhirnya sebagai pasien, Ia mulai mengembangkan gagasan untuk membuat suatu gerakan untuk melindungi orang-orang yang mengalami gangguan mental.
Setelah Ia kembali dalam kehidupan yang normal (sembuh dari penyakitnya), pada tahun 1908 Ia menindaklanjuti gagasannya dengan mempublikasikan sebuah tulisan autobiografinya sebagai mantan penderita gangguan mental, yang berjudul ”A Mind That Found It Self”. Kehadiran buku ini disambut baik oleh Willian james, sebagai seorang pakar psikologi. Dalam buku ini, Ia memberikan koreksi terhadap program pelayanan, perlakuan atau ”treatment” yang diberikan kepada para pasien di rumah sakit – rumah sakit yang dipandangnya kurang manusiawi. Disamping itu Ia melupakan reformasi terhadap lembaga yang diberikan perawatan gangguan mental

 

PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL


Orientasi Klasik

Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental. Orang yang sehat adalah orang yang tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan mental. Dalam ranah psikologi, pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah kehilangan kontak dengan realitas. Orang-orang seperti itu tidak merasa ada keluhan dengan dirinya meski hilang kesadaran dan tak mampu mengurus dirinya secara layak. Pengertian sehat mental dari orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Mengatasi kekurangan itu dikembangkan pengertian baru dari kata ‘sehat’. Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.
Orientasi Penyesuaian Diri

Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma sosial dan budaya, kita tidak dapat menentukan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi kejiwaannya semata. Ukuran sehat mental didasarkan juga pada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang dalam masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi dianggap sangat sehat mental dalam masyarakat lain. Artinya batasan sehat atau sakit mental bukan sesuatu yang absolut. Berkaitan dengan relativitas batasan sehat mental, ada gejala lain yang juga perlu dipertimbangkan. Kita sering melihat seseorang yang menampilkan perilaku yang diterima oleh lingkungan pada satu waktu dan menampilkan perilaku yang bertentangan dengan norma lingkungan di waktu lain. Misalnya ia melakukan agresi yang berakibat kerugian fisik pada orang lain pada saat suasana hatinya tidak enak tetapi sangat dermawan pada saat suasana hatinya sedang enak. Dapat dikatakan bahwa orang itu sehat mental pada waktu tertentu dan tidak sehat mental pada waktu lain. Lalu secara keseluruhan bagaimana kita menilainya? Sehatkah mentalnya? Atau sakit? Orang itu tidak dapat dinilai sebagai sehat mental dan tidak sehat mental sekaligus.
Dengan contoh di atas dapat kita pahami bahwa tidak ada garis yang tegas dan universal yang membedakan orang sehat mental dari orang sakit mental. Oleh karenanya kita tidak dapat begitu saja memberikan cap ‘sehat mental’ atau ‘tidak sehat mental’ pada seseorang. Sehat atau sakit mental bukan dua hal yang secara tegas terpisah. Sehat atau tidak sehat mental berada dalam satu garis dengan derajat yang berbeda. Artinya kita hanya dapat menentukan derajat sehat atau tidaknya seseorang. Dengan kata lain kita hanya bicara soal ‘kesehatan mental’ jika kita berangkat dari pandangan bahwa pada umumnya manusia adalah makhluk sehat mental, atau ‘ketidak-sehatan mental’ jika kita memandang pada umumnya manusia adalah makhluk tidak sehat mental. Berdasarkan orientasi penyesuaian diri, kesehatan mental perlu dipahami sebagai kondisi kepribadian seseorang secara keseluruhan. Penentuan derajat kesehatan mental seseorang bukan hanya berdasarkan jiwanya tetapi juga berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan seseorang dalam lingkungannya.
 Orientasi Pengembangan Potensi
Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat  kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri. Dalam psiko-terapi (Perawatan Jiwa) ternyata yang menjadi pengendali utama dalam setiap tindakan dan perbuatan seseorang bukanlah akal pikiran semata-mata, akan tetapi yang lebih penting dan kadang-kadang sangat menentukan adalah perasaan. Telah terbukti bahwa tidak selamanya perasaan tunduk kepada pikiran, bahkan sering terjadi sebaliknya, pikiran tunduk kepada perasaan. Dapat dikatakan bahwa keharmonisan antara pikiran dan perasaanlah yang membuat tindakan seseorang tampak matang dan wajar.
Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan Hygiene mental atau kesehatan mental adalah mencegah timbulnya gangguan mental dan gangguan emosi, mengurangi atau menyembuhkan penyakit jiwa serta memajukan jiwa. Menjaga hubungan sosial akan dapat mewujudkan tercapainya tujuan masyarakat membawa kepada tercapainya tujuan-tujuan perseorangan sekaligus. Kita tidak dapat menganggap bahwa kesehatan mental hanya sekedar usaha untuk mencapai kebahagiaan masyarakat, karena kebahagiaan masyarakat itu tidak akan menimbulkan kebahagiaan dan kemampuan individu secara otomatis, kecuali jika kita masukkan dalam pertimbangan kita, kurang bahagia dan kurang menyentuh aspek individu, dengan sendirinya akan mengurangi kebahagiaan dan kemampuan sosial.

SUMBER:
Siswanto. 2007. Kesehatan mental Konsep, Cakupan dan Perkembangannya. Jakarta. Andi publisher
http://blogkesehatanmental.wordpress.com/2011/03/29/sejarah-perkembangan-kesehatan-mental/
http://id.scribd.com/doc/8343666/Konsep-Sehat

Minggu, 18 November 2012

Final Softskill - Psikologi dan Teknologi Internet


   A.Penelitian Psikologi dan Internet

    PUBLIKASI ONLINE
Publikasi Online adalah suatu informasi, pesan atau pengumuman dalam bentuk online yang diterbitkan dan diumumkan dalam dunia internet melalui media elektronik baik melalui komputer, leptop, handphone atau apa saja yang dapat terhubung dalam dunia online. Banyak sekali manfaat dari publikasi online ini apalagi di jaman sekarang yang rata-rata masyarakat di seluruh penjuru dunia dapat terhubung dengan internet. Internet itu sendiri adalah alat mencari ataupun bertukar informasi.
Banyak yang dapat dilakukan dalam publikasi online misalnya untuk berjualan dan memasarkan produk-produk. Banayak juga perusahaan yang menawarkan pekerjaan melalui internet. Semua ini sangat bermaanfaat dan lebih irit biaya karena relatif murah, mudah dan cepat. Maka dari itu publikasionline sangat bermanfaat untuk kepentingan dan keperluan di jaman yang serba cepat dan modern ini.   
   SUMBER:
   http://www.politik.lipi.go.id/index.php/in/kegiatan/tahun-2010/170-workshop-publikasi-online
   http://www.publikasionline.com/
  
   ETIKA DALAM PENELITIAN DENGAN BANTUAN INTERNET   
   Di dalam dunia maya pun ada etika. Apa sih itu etika?
Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ethikos" yang berarti "timbul dari kebiasaan". Etika  adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.
Secara garis besar, penelitian percobaan (eksperimen) terbagi menjadi penelitian laboratorium (laboratory experiment) dan penelitian lapangan (field experiment). Masing-masing penelitian tersebut memliki kelebihan atau kelemahan tersendiri.

    1.      Penelitian laboratium
Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang dilakukan dalam ruangan tertutup, dimana kelompok eksperimen dijauhkan dari variable pengganggu sebab dapat memengaruhi hasil dari pengujian hubungan sebab akibat.
- Kelebihan penelitian ini adalah hasil dari penelitian ini lebih dapat di pertanggungjawab kan keabsahannya karena hanya memfokuskan pada pengujian hubungan sebab dan akibat.
- Kelemahan penelitian laboratorium adalah penelitian ini belum tentu dapat diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari.
   2.      Penelitian lapangan
Penelitian lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dalam ruangan terbuka, dimana kelompok eksperimen masih dapat berhubungan dengan faktor-faktor luar.
- Kelebihan penelitian lapangan adalah hasil penelitian ini dapat diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari.
-  Kelemahan penelitian lapangan adalah tingkat kepastian hubungan sebab akibat tidak sebesar pada penelitian laboratorium karena sulitnya untuk mengontrol variabel-variabel pengganggu.
Dalam melakukan sebuah penelitian percobaan, terdapat etika dan aturan-aturan yang harus diperhatikan oleh sang peneliti karena menyangkut kebebasan dan hak asasi subjek penelitian. Berikut adalah etika penelitian percobaan:

-  Kebebasan bagi publik untuk mengakses hasil penelitian.
-  Menjaga ke rahasiaan (privacy) subjek penelitian.
-  Mengirimkan hasil penelitian kepada subjek.
-  Memberikan hal subjek dan meminta persetujuan terlebih dahulu.
- Memberitahukan secara jujur dan jelas kepada subjek tentang prosedur penelitian yang telah dilakukan.
-  Memberikan terapi atau bantuan pemulihan kepada subjek yang mengalami akibat negatif, baik secara fisik atau psikis dari penelitian, sampai kembali sehat seperti semula.
-  Penelitian yang melibatkan binatang harus memperhatikan akibat negatif yang mungkin dialami binatang, seperti indra melemah, menyendiri, serta memar atau luka fisik.

Beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam dunia maya adalah sebagai berikut:
a.     Bahwa pengguna internet berasal dari berbagai negara yang mungkin memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
b.    Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
c.     Berbagai macam fasilitas yang diberikan dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak etis seperti misalnya ada juga penghuni yang suka iseng dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
d.    Harus diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya “penghuni” baru didunia maya tersebut.


Dasar-dasar etika yang perlu diketahui:
- Jujur dalam mencantumkan sumber dan penulis
- Kutip seperlunya
- Bijak dalam meng-copy sebuah situs

SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika
http://perpuspapat.files.wordpress.com/2008/02/etikaber-internet.pdf
http://ebookbrowser.com/etika-penelitian-eksperimen-psikologi.pdf
  
  PEMBAHASAN JURNAL PENELITIAN PSIKOLOGI TENTANG INTERNET
Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas Jurnal mengenai “Pengaruh Loneliness terhadap Internet Addiction pada Individu Dewasa Awal terhadap Internet”.
Individu dalam tahapan dewasa awal dengan tugas perkembangan membentuk hubungan intim dengan orang lain, maka membutuhkan intimasi yang merupakan unsur pokok dalam kepuasan suatu hubungan. Jika individu tidak berhasil mengembangkan intimasinya maka akan mengalami isolasi dan merasakan loneliness. Loneliness diartikan oleh Peplau dan Perlman sebagai perasaan yang dirugikan dan tidak terpuaskan yang dihasilkan dari kesenjangan antara hubungan sosial yang di inginkan dan hubungan sosial yang dimilikinya.
      Ada tiga elemen dari definisi loneliness yang dikemukakan oleh Peplau dan Perlman, yaitu
-pengalaman subyektif yang tidak bisa diukur dengan observasi sederhana
-perasaan yang tidak menyenangkan
-secara umum merupakan hasi dari kurangnya/terhambatnya hubungan sosial.

Faktor yang mempengaruhi loneliness:
-usia
-status perkawinan
-jenis kelamin
-status sosial ekonomi
-karakteristik
Dari hasil penelitian diketahui bahwa adanya pengaruh positif terhadap internet addiction. Masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi internet addiction pada pengguna internet. Misalnya, faktor genetik, biologis, cinta, budaya, agama dan norma.
Mckenna dan Bargh menyatakan bahwa penggunaan internet sebagai salah satu upaya mengatasi loneliness membawa dampak positif sekaligus negatif. Biasanya menimbulkan keuntungan seperti mengurangi loneliness, mengembangkan perasaan, mendapatkan dukungan sosial dan membentuk persahabatan secara online. Tetapi di sisi lain malah menyebabkan individu memiliki waktu terbatas untuk berinteraksi terhadap dunia nyata. Penelitian lainnya menunjukan bahwa individu yang mengalami loneliness dapat menyebabkan gangguan dalam fungsi kehidupan sehari-hari.
Terdapat pengaruh positif loneliness terhadap internet addiction pada pengguna internet. Artinya semakin tinggi loneliness yang dirasakan pengguna internet maka akan semakin tinggi juga internet addicion yang dirasakan ataupunsebaliknya.
Tidak ada perbedaan loneliness pada pengguna internet yang ditinjau dari usia. Tidak ada juga perbedaan pada pengguna internet bila ditinjau dari jenis kelamin. Tetapi jika ditinjau melalui status pekerjaan, terdapan perbedaan yang signifikan.
Semestinya pengguna internet menyadari kemungkinan mengalami internet addiction dan pentingnya mengontrol pola penggunaan internet agar kehidupan sosial didunia nyatatidak terganggu.
SUMBER:
https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:XNe9qqKypskJ:isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/42094954.pdf+jurnal+hubungan+Psikologi+dan+Internet
http://novinoly.blogspot.com/2011/11/jurnal-penelitian.html




B.Fenomena yang Berkaitan dengan Psikologi dan Internet
GAME ONLINE
Dalam 3 hari ini saya bermain game online. Nama game nya Atlantica Online. Menceritakan tentang petualangan-petualan mencari gold. Dalam game ini level tertinggi mencapai 150, tetapi rencananya akan dinaikan levelnya menjadi level 160.
Cara bermain:
·         Kita harus punya ID sebekum bermain, kalau tidak punya ID daftar dulu di gemschool
·         Jika sudah login, kita menjelajah ke tempat-tempat yang misterius. Saat di awal-awal permainan, pasti akan sering di beri hadiah dari pemain lain.
·         Rajin-rajin membuka note, karena note berisikan pemberitahuan jumlahitem yang di jual, pesan masuk.
·         Dalam permainan ini juga menjalankan misi atau perindah dari MCP/quest
Manfaat Positif:
- Sebagai hiburan dikala waktu senggang
- Melatih kesabaran
- Melatih konsentrasi
- Mendapat teman baru dalam chatting di game
Dampak Negatif:
- Lupa akan waktu
- Bisa menyebabkan Kecanduan dalam bermain game online
- Lupa akan kewajiban yang dimilikinya
- Pemborosan
- Mengurangi sifat sosial nya
- Membuat kesehatan menurun

Minggu, 28 Oktober 2012

Psikologi dan Teknologi Internet - Tugas 6


Computer Supported Cooperative Work (CSCW)

Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka.
Computer Supported Cooperative Work (CSCW) adalah sebuah istilah generik, yang menggabungkan pemahaman cara orang bekerja dalam kelompok dengan teknologi yang memungkinkan jaringan komputer dan terkait perangkat keras, perangkat lunak, layanan dan teknik.
CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware, namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul baik secara psikologi maupun sosial.

CSCW memiliki tujuan yaitu:
  • Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai satu kelompok
  • Apa yang mempengaruhi teknologi
  • Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan


Contoh yang digunakan pada CSCW adalah:
  • Programmer suatu sistem secara bersamaan
  • Kaloborasi para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek
  •  Pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama
  • Para pembeli dan para penjual melakukan transaksi secara eBay


SUMBER:

http://id.wikipedia.org/wiki/Computer_supported_cooperative_work
gudangmateri.files.wordpress.com/2009/09/13-cscw.pdf
id.wikipedia.org/wiki/Groupware

Psikologi dan Teknologi Internet - Tugas 5


Manfaat Positif dan Negatif Pengguna Internet
(yang dirasakan Secara Individual)

Kalau berbicara manfaat internet itu sebenarnya banyak banget yang saya rasakan. Baik itu yang positif maupun yang negatif. Tapi yang saya sendiri alami, lebih banyak positifnya ketimbang negatif. Sebenarnya penggunaan internet itu tergantung dari diri kita sendiri. Kita sendiri yang harus bisa memaksimalkan kegunaan dari internet. Tujuan nya apa menggunakan internet dan untuk apa menggunakan internet.
Internet memberikan dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan. Internet berperan penuh dalam kehidupan sosial, internet sebagai media komunikasi, media pertukaran data, media untuk mencari segala macam informasi. Berbagai macam informasi dalam berbagai bentuk dan tujuan pasti ada di internet dan hanya perlu sentuhan jari saja kita dapat mengakses itu semua.

Manfaat Positif:
  •  Mudah mendapatkan informasi
  •  Mengobrol (chatting)
  • Bertukar informasi
  • Mudah dalam mendownload file (film, musik, gambar, lagu dll)
  • Mudah, cepat dan murah

Dampak Negatif:
  •  Penyalahgunaan internet
  •  Penipuan
  • Pornografi
  • Perjudian
  • Mengurangi sifat sosial

Sabtu, 20 Oktober 2012

Psikologi dan Teknologi Internet - 4


Komunitas Online

Komunitas itu sendiri berarti masyarakat, publik atau banyak orang. Jadi komunitas itu adalah kelompok orang yang saling berinteraksi di lokasi tertentu. Komunitas dibagi menjadi dua, yaitu komunitas offline dan komunitas online. Komunitas online merupakan komunitas yang disatukan oleh kesamaan pekerjaan, hobi dan faktor lainnya. Komunitas online diciptakan untuk saling berkomunikasi di antara para pengguna internet dengan menggunakan teknologi yang mengguakan internet. Walaupun begitu, saat internet populer di kalangan awam, yaitu sejak munculnya http sebagai landasan website, masyarakat baru sekedar menggunakan internet untuk mencari berita atau komunikasi melalui e-mail. Namun segera setelah itu, komunitas online yang terdiri dari pengguna awam juga mulai terbentuk. Komunitas maya bisa berupa mailing list, newsgroup atau bulletin board.
Contoh komunitas online:
-kaskus
-mig33
-blogger
-detikforum
Komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen:
1. Berdasarkan Lokasi atau Tempat Wilayah
2. Berdasarkan Minat
3. Berdasarkan Komuni dapat berarti ide dasar yang dapat mendukung komunitas itu sendiri.


Polarisasi Kelompok

Polarisasi itu sendiri adalah suatu peristiwa perubahan arah getar gelombang yang acak menjadi satu arah getar. Polarisasi kelompok adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan kelompok:
1. penerimaan tujuan umum, mempengaruhi kerjasama dan tukar informasi
2. pembagian (divisibilitas) tugas kelompok, tidak semua tugas dapat dibagi
3. komunikasi  dan  status  struktur
4. ukuran  kelompok


Kelompok Kerja Virtual

Komunitas dibagi menjadi dua yaitu komunitas offline dan komunitas online. Komunitas virtual atau biasa di sebut komunitas online adalah sekelompok orang dalam berkomunikasi menggunakan internet sebagai media utama dan tidak mengandalkan pertemuan langsung secara fisik. Maksud komunitas sekunder adalah telah ada komunitas solid yang ada di dunia nyata dan komunitas virtual tersebut digunakan untuk perlengkapan. Sebuah tim virtual (juga dikenal sebagai tim terpisah secara geografis atau tim didistribusikan) adalah sekelompok individu yang bekerja sepanjang waktu, ruang dan batas-batas organisasi dengan link diperkuat dengan jaring dari teknologi komunikasi. Sekelompok orang yang bekerja pada sebuah proyek umum melalui teknologi seperti e-mail, database bersama dan kalender.
3 faktor utama yang membedakan tim virtual dengan tim lainnya:
1.      Ketidakadaan isyarat paravebral dan nonvebral
2.      Konteks sosial yang terbatas
3.      Kemampuan untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu


Sumber:
Jalaludin Rakhmat. 1994. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya
Wiyarto. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia

Sabtu, 13 Oktober 2012

Psikologi dan Teknologi Internet - 3


Addiction

Internet dapat di artikan sebagai jaringan yang luas, mendunia dan tanpa batas. Yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu kota ke kota lain bahkan dari negara ke negara lain di seluruh dunia. Memberikan peluang untuk mendapatkan akses informasi dengan cepat, tepat & terjangkau.
Meluasnya jaringan internet menyebabkan internet menjadi salah satu media untuk meningkatkan produktifitas dalam bekerja, meningkatkan kemampuan, sebagai sumber pustaka tanpa batas dan bahkan menjadikan internet sebagai lahan bisnis, namun internet juga ternyata membawa dampak negatif yang disebut sebagai kecanduan internet.
Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain.
Addiction terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan seseorang di depan komputer berkoneksi internet, akibat banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka yang terancam diluar sana, seperti nilai yang buruk disekolah atau mungkin kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi.
Kecanduan ini dimiliki oleh mereka yang memiliki gangguan dalam dunia nyata, sehingga internet merupakan salah satu media ‘pelarian’ mereka.

Tanda-tanda umum kecanduan internet:
-Lupa waktu
-Jika tidak menggunakan internet akan muncul gejala gelisah, cemas, stress dan lain-lain
-Mengurangi kegiatan penting misalkan bekerja, bersosialisasi
-Berinteraksi sesama individu terganggu
-Berani mengorbankan apapun demi internet
-Kurang peka terhadap lingkungan sekitar
-Internet digunakan untuk melarikan diri dari perasaan bersalah, tak berdaya, kecemasan  dan depresi
-Mood membaik ketika terhubung dengan internet, namun akan kembali memburuk ketika terpisah

Kebiasaan berinternet yang sehat adalah dengan menyesuaikan jadwal dan juga kepentingan, serta tidak melupakan tanggung jawab yang dimiliki oleh masing-masing individu.  Kini dunia maya selalu menghadirkan berita-berita terbaru, yang memungkinkan mereka yang tidak memiliki depresi berat, kecemasan atau gangguan sosial.
Para individual yang mengalami kecanduan internet juga sering mengalami kondisi kejiwaan lain seperti kurang perhatian gangguan hiperaktif, depresi, kecemasan, rendah kepercayaan diri, impulsif, tak tahu malu, dan cenderung mau bunuh diri.

Dampak negatif yang di timbulkan:
-Kegagalan akademik
-Menghabiskan banyak biaya
-Kebingungan antar Dunia Maya & Dunia Nyata
-Meniru kekerasan dalam game on-line

Tips mengurangi kecanduan internet:
-Punya niat yang kuat
-Cari tau penyebabnya
-Kurangi waktu bermain online nya
-Atur ulang jadwal rutinitas


SUMBER:
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/04/11040257/kecanduan.internet.ikut.rehabilitasi.saja
Lembaga Pengembangan Komputerisasi. 2000. Pembekalan Internet. Jakarta.
http://www.mediaindonesia.com/data/pdf/pagi/2008-12/2008-12-24_17.pdf

Jumat, 05 Oktober 2012

Psikologi dan Teknologi Internet - 2



Mengapa manusia membutuhkan atau tidak membutuhkan internet

Internet itu sendiri dapat di artikan sebagai jaringan yang luas, mendunia dan tanpa batas. Yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu kota ke kota lain bahkan dari negara ke negara lain di seluruh dunia. Di dalam internet terdapat berbagai sumber informasi yang interaktif. Internet merupakan dunia maya tanpa batas yang tidak mengenal batas-batas suku, bangsa dan benua.
Apakah manusia membutuhkan internet? Pasti semua akan bilang “IYA”. Semua manusia membutuhkan internet karena ingin menunjang semua aktivitas mereka. Misalnya untuk mendapatkan informasi atau berita, mencari referensi dan bacaan panjang yang sulit didapatkan didalam perpustakaan. Internet memberikan dampak besar pada seluruh manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Internet berperan penuh dalam kehidupan sosial, internet sebagai media komunikasi, media pertukaran data, media untuk mencari segala macam informasi. Berbagai macam informasi dalam berbagai bentuk dan tujuan pasti ada di internet dan hanya perlu sentuhan jari saja kita dapat mengakses itu semua. Banyak pemakai internet mengupload hasil penelitian, penulisan dan karya terbarunya untuk dipublikasikan. Berbagai informasi dengan mudah didistribusikan kepada pengguna internet.
Dalam dunia bisnis internet digunakan sebagai alat penghubung yang praktis dan cepat untuk berkominikasi antara perusahaan dengan pelanggan tanpa harus memikirkan waktu dan tempat. Internet terhubung juga dengan ratusan katalog perpustakaan yang memungkinkan pengguna internet dengan mudah mencari informasi.


Pendekatan Psikologis:
Setiap pendekatan mempunyai fokus yang berbeda dan menggunakan metode penelitian yang berbeda juga.
Psikologi kognitif adalah salah satu cabang dari psikologi dengan pendekatan kognitif untuk memahami perilaku manusia. Psikologi kognitif mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi.
Jadi setiap mereka yang mengakses internet itu pasti akan mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang apa yang sudah di lihat, di dengar dan dibaca di layar komputer tersebut. Ketika mereka mencari sebuah informasi, pasti mereka akan memilah-milah berita mana yang benar dan berita yang salah. Mempersepsikan sebuah informasi itu kita mampu mengenal emosi, fisik, rasa dan pikiran. Dan mampu membedakan ekspresi yang tepat dan yang jujur dan yang tidak jujur.
Ada yang nama nya “The Law of Effect (Hukum Akibat)” yaitu; suatu perbuatanyang menghasilkan kepuasan akan cenderung di ulang kembali. Jadi setiap kita buka internet atau bermain game online pasti akan merasakan suatu kepuasan karena tujuannya telah tercapai. Jika kita merasa puas dan senang maka perbuatan itu akan terus kita ulangi. Pasti nya akan membuat kita terus menerus membutuhkan internet, untuk chatting, game online, berbelanja, mencari informasi dan lain-lain.

SUMBER:
Daryanto. 2003. Memahami Kerja Internet. Bandung: Yrama Widya
Rafiudin. 2006. Jaringan Komputer untuk Pemula. Jakarta: Elexmedia
Komputindo
Prabowo. 1998. Psikologi Umum 1. Jakarta: Penerbit Gunadarma



Dampak Positif dan Negatif Internet

Sebenarnya dalam bermain internet dapat memunculkan beberapa dampak positif dan dampak yang negatif dan semua itu ada sebab-akibat. Tapi semua itu tergantung pada si pemakai internet bagaimana cara memanfaatkannya. Berbagai informasi dengan mudah didistribusikan kepada pengguna internet.
Internet memberikan dampak besar pada seluruh manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Internet berperan penuh dalam kehidupan sosial, internet sebagai media komunikasi, media pertukaran data, media untuk mencari segala macam informasi. Berbagai macam informasi dalam berbagai bentuk dan tujuan pasti ada di internet dan hanya perlu sentuhan jari saja kita dapat mengakses itu semua.

Dampak Positif:
  1. Mudah mendapatkan informasi
  2. Belanja dengan mudah
  3. Mengobrol (chatting)
  4. Research dengan internet
  5. Bertukar informasi
  6. Mudah dalam mendownload file (film, musik, gambar, lagu dll)
  7. Mudah, cepat dan murah
Dampak Negatif:
1.                  Penyalahgunaan dan Eksploitasi Anak
2.                  Pelecehan
3.                  Kesalahan Informasi
4.                   Penipuan
5.                  Pornografi
6.                  Perjudian
7.                  Mengurangi sifat sosial
8.                  Membuat kesehatan menurun
9.                  Kecanduan Game Online


SUMBER:
Daryanto. 2003. Memahami Kerja Internet. Bandung: Yrama Widya